Tren Tekhnologi yang akan berkembang
pesat di masa depan
Augmented Reality (AR), Virtual
Reality (VR), Mixed Realyty
Kemajuan dalam Augmented Reality (AR),
Virtual Reality (VR), dan Mixed Reality (MR), yang semuanya dapat dirangkum
dalam R +, akan terus berada di garis depan perhatian selama 2019 dengan
beberapa aplikasi praktis baru yang menarik untuk industri.
R +, yang dulu hanya ditemukan di
permainan video telah dengan cepat berkembang menjadi alat yang berguna dalam
industri seperti desain teknik, manufaktur, perawatan kesehatan, eksplorasi
ruang angkasa, dan banyak lainnya.
Pada tahun 2019, Virtual Reality akan
membuka aplikasi industri inovatif yang akan mengubah cara orang bekerja dan
berkolaborasi di berbagai wilayah.
Augmented Reality telah meningkat
dalam bayangan Virtual Reality selama setahun terakhir. Tetapi pada tahun 2019,
AR diatur untuk tumbuh secara eksponensial.
1.
Augmented Reality
Augmented reality (AR) adalah
pengalaman interaktif dari lingkungan dunia nyata di mana objek yang berada di
dunia nyata ditingkatkan oleh informasi persepsi yang dihasilkan komputer,
terkadang di beberapa modalitas sensorik, termasuk visual, auditori, haptik,
somatosensori, dan penciuman. AR dapat didefinisikan sebagai sistem yang
memenuhi tiga fitur dasar: kombinasi dunia nyata dan virtual, interaksi waktu
nyata, dan registrasi 3D yang akurat dari objek virtual dan nyata. Informasi
sensorik yang dilapisi dapat bersifat konstruktif (yaitu menambah lingkungan
alam), atau merusak (yaitu menutupi lingkungan alam). Pengalaman ini terjalin
mulus dengan dunia fisik sehingga dianggap sebagai aspek lingkungan nyata yang
mendalam. Dengan cara ini, augmented reality mengubah persepsi
berkelanjutan seseorang tentang lingkungan dunia nyata, sedangkan realitas
virtual sepenuhnya menggantikan lingkungan dunia nyata pengguna dengan
lingkungan simulasi. Augmented reality terkait dengan dua istilah yang sebagian
besar identik: Mix Reality dan Computer Mediated reality.
2. Virtual Reality
Realitas virtual (VR) adalah
pengalaman simulasi yang mirip atau sama sekali berbeda dari dunia nyata.
Aplikasi realitas maya dapat mencakup hiburan (misalnya permainan video) dan
tujuan pendidikan (misalnya pelatihan medis atau militer). Jenis teknologi VR
lainnya yang berbeda termasuk realitas tertambah dan realitas campuran,
terkadang disebut sebagai Extended Reality atau XR.
Saat ini sistem realitas virtual
standar menggunakan headset realitas maya atau lingkungan multi-proyeksi untuk
menghasilkan gambar, suara, dan sensasi lain yang realistis yang mensimulasikan
kehadiran fisik pengguna di lingkungan virtual. Seseorang yang menggunakan
peralatan realitas virtual dapat melihat-lihat dunia buatan, bergerak di
dalamnya, dan berinteraksi dengan fitur atau item virtual. Efeknya biasanya
dibuat oleh headset VR yang terdiri dari tampilan yang dipasang di kepala
dengan layar kecil di depan mata, tetapi juga dapat dibuat melalui ruangan yang
dirancang khusus dengan beberapa layar besar.
3. Mixed Reality
Mixed reality (MR) adalah penggabungan dunia nyata dan virtual untuk menghasilkan lingkungan dan visualisasi baru, di mana objek fisik dan digital hidup berdampingan dan berinteraksi secara real time.
Tentang Cloud Coumputing, Mobile Computing, Ubiqubitos Computing, Nano Science dan Grid Technology
1. Cloud Computing
Cloud Computing adalah ketersediaan sumber daya sistem komputer sesuai permintaan, terutama penyimpanan data (cloud storage) dan daya komputasi, tanpa pengelolaan aktif langsung oleh pengguna. Istilah ini umumnya digunakan untuk menggambarkan pusat data yang tersedia untuk banyak pengguna melalui Internet. Large cloud, yang dominan saat ini, seringkali memiliki fungsi yang didistribusikan di beberapa lokasi dari server pusat. Jika koneksi ke pengguna relatif dekat, itu mungkin ditetapkan sebagai edge server. Cloud mungkin terbatas pada satu organisasi (enterprise cloud), atau tersedia untuk banyak organisasi (public cloud). Komputasi awan bergantung pada berbagi sumber daya untuk mencapai koherensi dan skala ekonomi.
2. Mobile Computing
Mobile Computing adalah interaksi
manusia-komputer di mana komputer diharapkan diangkut selama penggunaan normal,
yang memungkinkan transmisi data, suara, dan video. Komputasi seluler
melibatkan komunikasi seluler, perangkat keras seluler, dan perangkat lunak
seluler. Masalah komunikasi mencakup ad hoc networks dan jaringan infrastruktur
serta properti komunikasi, protokol, format data, dan teknologi konkret.
Perangkat keras termasuk perangkat seluler atau komponen perangkat. Perangkat
lunak seluler berkaitan dengan karakteristik dan persyaratan aplikasi seluler.
3. Ubiquitous Computing
Ubiquitous (atau "ubicomp")
adalah konsep dalam rekayasa perangkat lunak dan ilmu komputer di mana
komputasi dibuat muncul kapan pun dan di mana pun. Berbeda dengan komputasi desktop,
komputasi di mana-mana dapat terjadi menggunakan perangkat apa pun, di lokasi
mana pun, dan dalam format apa pun. Seorang pengguna berinteraksi dengan
komputer, yang bisa ada dalam berbagai bentuk, termasuk komputer laptop,
tablet, dan terminal dalam benda sehari-hari seperti lemari es atau kacamata.
Teknologi yang mendasari untuk mendukung komputasi di mana-mana termasuk
Internet, middleware tingkat lanjut, sistem operasi, kode seluler, sensor,
mikroprosesor, I / O baru dan antarmuka pengguna, jaringan komputer, protokol
seluler, lokasi dan pemosisian, dan materi baru.
4. Nano Science/Nano Technology
Nanoteknologi (atau
"nanoteknologi") adalah penggunaan materi pada skala atom, molekuler,
dan supramolekuler untuk keperluan industri. Deskripsi nanoteknologi yang
paling awal dan tersebar luas mengacu pada tujuan teknologi tertentu yaitu
memanipulasi atom dan molekul secara tepat untuk pembuatan produk skala makro,
juga sekarang disebut sebagai nanoteknologi molekuler. Penjelasan yang lebih
umum tentang nanoteknologi kemudian ditetapkan oleh National Nanotechnology
Initiative, yang mendefinisikan nanoteknologi sebagai manipulasi materi dengan
setidaknya satu dimensi berukuran dari 1 hingga 100 nanometer.
5. Grid Technology/Grid Computing
Grid Computing adalah penggunaan
sumber daya komputer yang didistribusikan secara luas untuk mencapai tujuan
bersama. Grid komputasi dapat dianggap sebagai sistem terdistribusi dengan
beban kerja non-interaktif yang melibatkan banyak file. Komputasi grid
dibedakan dari sistem komputasi berkinerja tinggi konvensional seperti
komputasi cluster di mana komputer grid memiliki setiap node untuk melakukan
tugas / aplikasi yang berbeda. Komputer grid juga cenderung lebih heterogen dan
tersebar secara geografis (sehingga tidak terhubung secara fisik) daripada
komputer cluster. Meskipun single grid
dapat didedikasikan untuk aplikasi tertentu, umumnya grid digunakan
untuk berbagai tujuan. Grid sering dibuat dengan pustaka perangkat lunak
middleware grid untuk keperluan umum. Ukuran kisi bisa sangat besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar