Selasa, 13 Oktober 2020

Tren Tekhnologi yang akan berkembang pesat di masa depan

 

Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), Mixed Realyty

 

Kemajuan dalam Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Mixed Reality (MR), yang semuanya dapat dirangkum dalam R +, akan terus berada di garis depan perhatian selama 2019 dengan beberapa aplikasi praktis baru yang menarik untuk industri.

 

R +, yang dulu hanya ditemukan di permainan video telah dengan cepat berkembang menjadi alat yang berguna dalam industri seperti desain teknik, manufaktur, perawatan kesehatan, eksplorasi ruang angkasa, dan banyak lainnya.

 

Pada tahun 2019, Virtual Reality akan membuka aplikasi industri inovatif yang akan mengubah cara orang bekerja dan berkolaborasi di berbagai wilayah.

 

Augmented Reality telah meningkat dalam bayangan Virtual Reality selama setahun terakhir. Tetapi pada tahun 2019, AR diatur untuk tumbuh secara eksponensial.

1. Augmented Reality

Augmented reality (AR) adalah pengalaman interaktif dari lingkungan dunia nyata di mana objek yang berada di dunia nyata ditingkatkan oleh informasi persepsi yang dihasilkan komputer, terkadang di beberapa modalitas sensorik, termasuk visual, auditori, haptik, somatosensori, dan penciuman. AR dapat didefinisikan sebagai sistem yang memenuhi tiga fitur dasar: kombinasi dunia nyata dan virtual, interaksi waktu nyata, dan registrasi 3D yang akurat dari objek virtual dan nyata. Informasi sensorik yang dilapisi dapat bersifat konstruktif (yaitu menambah lingkungan alam), atau merusak (yaitu menutupi lingkungan alam). Pengalaman ini terjalin mulus dengan dunia fisik sehingga dianggap sebagai aspek lingkungan nyata yang mendalam. Dengan cara ini, augmented reality mengubah persepsi berkelanjutan seseorang tentang lingkungan dunia nyata, sedangkan realitas virtual sepenuhnya menggantikan lingkungan dunia nyata pengguna dengan lingkungan simulasi. Augmented reality terkait dengan dua istilah yang sebagian besar identik: Mix Reality dan Computer Mediated reality.

2. Virtual Reality

Realitas virtual (VR) adalah pengalaman simulasi yang mirip atau sama sekali berbeda dari dunia nyata. Aplikasi realitas maya dapat mencakup hiburan (misalnya permainan video) dan tujuan pendidikan (misalnya pelatihan medis atau militer). Jenis teknologi VR lainnya yang berbeda termasuk realitas tertambah dan realitas campuran, terkadang disebut sebagai Extended Reality atau XR.

Saat ini sistem realitas virtual standar menggunakan headset realitas maya atau lingkungan multi-proyeksi untuk menghasilkan gambar, suara, dan sensasi lain yang realistis yang mensimulasikan kehadiran fisik pengguna di lingkungan virtual. Seseorang yang menggunakan peralatan realitas virtual dapat melihat-lihat dunia buatan, bergerak di dalamnya, dan berinteraksi dengan fitur atau item virtual. Efeknya biasanya dibuat oleh headset VR yang terdiri dari tampilan yang dipasang di kepala dengan layar kecil di depan mata, tetapi juga dapat dibuat melalui ruangan yang dirancang khusus dengan beberapa layar besar.

3. Mixed Reality

Mixed reality (MR) adalah penggabungan dunia nyata dan virtual untuk menghasilkan lingkungan dan visualisasi baru, di mana objek fisik dan digital hidup berdampingan dan berinteraksi secara real time.


Tentang Cloud Coumputing, Mobile Computing, Ubiqubitos Computing, Nano Science dan Grid Technology


1. Cloud Computing

Cloud Computing adalah ketersediaan sumber daya sistem komputer sesuai permintaan, terutama penyimpanan data (cloud storage) dan daya komputasi, tanpa pengelolaan aktif langsung oleh pengguna. Istilah ini umumnya digunakan untuk menggambarkan pusat data yang tersedia untuk banyak pengguna melalui Internet. Large cloud, yang dominan saat ini, seringkali memiliki fungsi yang didistribusikan di beberapa lokasi dari server pusat. Jika koneksi ke pengguna relatif dekat, itu mungkin ditetapkan sebagai edge server. Cloud mungkin terbatas pada satu organisasi (enterprise cloud), atau tersedia untuk banyak organisasi (public cloud). Komputasi awan bergantung pada berbagi sumber daya untuk mencapai koherensi dan skala ekonomi.

2. Mobile Computing

Mobile Computing adalah interaksi manusia-komputer di mana komputer diharapkan diangkut selama penggunaan normal, yang memungkinkan transmisi data, suara, dan video. Komputasi seluler melibatkan komunikasi seluler, perangkat keras seluler, dan perangkat lunak seluler. Masalah komunikasi mencakup ad hoc networks dan jaringan infrastruktur serta properti komunikasi, protokol, format data, dan teknologi konkret. Perangkat keras termasuk perangkat seluler atau komponen perangkat. Perangkat lunak seluler berkaitan dengan karakteristik dan persyaratan aplikasi seluler.

3. Ubiquitous Computing

Ubiquitous (atau "ubicomp") adalah konsep dalam rekayasa perangkat lunak dan ilmu komputer di mana komputasi dibuat muncul kapan pun dan di mana pun. Berbeda dengan komputasi desktop, komputasi di mana-mana dapat terjadi menggunakan perangkat apa pun, di lokasi mana pun, dan dalam format apa pun. Seorang pengguna berinteraksi dengan komputer, yang bisa ada dalam berbagai bentuk, termasuk komputer laptop, tablet, dan terminal dalam benda sehari-hari seperti lemari es atau kacamata. Teknologi yang mendasari untuk mendukung komputasi di mana-mana termasuk Internet, middleware tingkat lanjut, sistem operasi, kode seluler, sensor, mikroprosesor, I / O baru dan antarmuka pengguna, jaringan komputer, protokol seluler, lokasi dan pemosisian, dan materi baru.

4. Nano Science/Nano Technology

Nanoteknologi (atau "nanoteknologi") adalah penggunaan materi pada skala atom, molekuler, dan supramolekuler untuk keperluan industri. Deskripsi nanoteknologi yang paling awal dan tersebar luas mengacu pada tujuan teknologi tertentu yaitu memanipulasi atom dan molekul secara tepat untuk pembuatan produk skala makro, juga sekarang disebut sebagai nanoteknologi molekuler. Penjelasan yang lebih umum tentang nanoteknologi kemudian ditetapkan oleh National Nanotechnology Initiative, yang mendefinisikan nanoteknologi sebagai manipulasi materi dengan setidaknya satu dimensi berukuran dari 1 hingga 100 nanometer.

5. Grid Technology/Grid Computing

Grid Computing adalah penggunaan sumber daya komputer yang didistribusikan secara luas untuk mencapai tujuan bersama. Grid komputasi dapat dianggap sebagai sistem terdistribusi dengan beban kerja non-interaktif yang melibatkan banyak file. Komputasi grid dibedakan dari sistem komputasi berkinerja tinggi konvensional seperti komputasi cluster di mana komputer grid memiliki setiap node untuk melakukan tugas / aplikasi yang berbeda. Komputer grid juga cenderung lebih heterogen dan tersebar secara geografis (sehingga tidak terhubung secara fisik) daripada komputer cluster.  Meskipun single grid dapat didedikasikan untuk aplikasi tertentu, umumnya grid digunakan untuk berbagai tujuan. Grid sering dibuat dengan pustaka perangkat lunak middleware grid untuk keperluan umum. Ukuran kisi bisa sangat besar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar